1. Keimanan ibarat akar dari pohon, yang bisa membawa pertumbuhan baik bagi pohon. Semakin iman kuat terlihat dari perilakunya, implementasi perbuatannya. Ibarat rumah, iman seperti pondasi, pondasi tdk boleh rapuh. Pembentukan Iman itu butuh proses, agar iman bisa menjadi landasan dan keyakinan seorang muslim.
Pembentukan iman itu agar tertancap kuat harus melalui proses berpikir, merenungi, mengamati, mantafakuri, tentang fakta penciptaan langit dan bumi. Muslim dianjurkan untuk merenungi dari mana kita berasal, ada apa di balik manusia, alam, dan kehidupan, bahwa dibalik semua itu ada penciptanya, Allah SWT, maka ada keyakinan dalam diri kita kepada Allah SWT. Apakah cukup dengan itu saja? Tidak.
Pikirkan bagaimana keteraturan alam ini, gunung, air, semua diatur dengan seimbang, dan lain-lain. Alloh pengatur kita dan seluruh yang ada di jagat raya ini. Apa cukup begitu saja? Belum.
Lihat manusia, ada yang lahir, meninggal, hidup, mati, mengurus jenazah, kita akan meninggalkan dunia ini, dari ada menjadi tak ada, sehingga yakin kepada Allah bahwa ada dunia sebelum, dunia sekarang dan kehidupan yang akan datang.
2. Renungi hati karena kita diciptakan Allah untuk ibadah, nanti mati untuk menghadap Allah, menambah lagi iman tertancap di hati kita. Dan slalu memperbaiki diri dengan akan ber ibadah dan ber Istiqomah.
3. Mimpi inggin skali membagi sesama. Dan inggin skali menjadi orang yg bisah membahagiakan ke 2 orang tua saya. Dalam hal apa pun. Dalam ber Do’a dan tidak lupa untuk melaksanakan sholat.
Allah akan mengangkat derajat orang yang gemar melakukan sholat tahajud. Sebagaimana Allah berfirman, "Dan pada sebagian malam, dirikanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS.Al-Isra:79).
